It was a pure shock...
PU-RE SH-OCK.
KE-TER-KE-JU-TAN MUR-NI.
Aaaaaaggghhh........!! Setelah ini, bagaimana mungkin aku bisa gak percaya pada hukum karma dan hukum kausalitas!?
Jadi ceritanya beberapa dini hari lalu sewaktu lagi sahur, aku lihat ada cicak di bawah dispenser. Karena iseng sekaligus mau melihat sendiri bagaimana cicak mutusin ekor mereka, pakai gelas kutekan cicak itu. Gak keras-keras amat, kok! Lebih tepatnya aku cuma meletakkan gelasku di atas si cicak albino yang malang, dan, karena gelasnya juga bening, aku gak terlalu takut kalau aku terlalu menekankan kekuatan. Waktu kuangkat, dia mau kabur ke bawah dispenser, tapi kutahan ekornya. Gak berapa lama, ekornya berhenti goyang, dan kukira ekornya udah diputus. Begitu kuangkat gelasku... ekor itu kabur.
Sip.
Dan tadi siang, aku ditinggal sendiri di rumah. Nenek pergi keluar sebentar, Adrian entah ke mana, ibu kayaknya pergi kerja. Waktu aku mau ke kamar mandi, aku harus ngelewatin pintu tengah karena rumah ini tuh terbagi jadi dua bagian: bagian depan (kamar tidur + ruang makan + ruang TV + ruang tamu) dan bagian belakang (dapur + kamar mandi). Persis begitu aku buka pintu tengah dan berada tepat di bawahnya...
"HUWAAAAA........!!!!"
...Sang cicak albino (karena badan dia putih) telah kembali untuk menuntut balas!!!
[AUTO REPLAY IN SLOW MOTION]
Ckrekk... [pintu dibuka]
Aku melangkahkan kaki.
Shyuuuungg....... [sang cicak jatuh dengan free style]
Pluk. [jatuh persis di atas kepalaku]
"Huuu~wwaaaaaa . . . . . . . . . . ! !" [sengaja pakek spasi biar slow-nya lebih kerasa]
Bung bung bung [aku ngegelengin kepala biar apapun yang ada di kepalaku itu jatuh]
Plek. [cicak albino mendarat dengan mulus di lantai menjejak mantap di atas kaki-kakinya]
Jiiit. [aku dan cicak albino saling bertatapan]
Bweeeeekk! [cicak albino menjulurkan lidah]
Phstt! [cicak albino berlari menuju kakiku]
"Aaaaa~hh . . . . . . . !" [kalian tahu kenapa ada spasinya]
Jdugh! [kakiku ngebentur kulkas yang ada persis di samping pintu tengah]
"Aaaaaaa~uuuuu~cchh . . . . . . . . . . . ! !" [bayangkan aku sambil melompat-lompat ala film komedi]
Phsung! [cicak albino kabur]
Jadi begitulah kira-kira kronologi kejadiannya.
Entertain much? -,-
Sejak saat itulah aku berpikir bahwa yang namanya hukum kausalitas dan hukum karma itu pastinya ada. Dan bahwa gak cuma manusia yang memiliki nafsu dan keinginan membalas, melainkan cicak juga. Semua makhluk hidup pasti ada rasa ingin membalas, terutama ke manusia yang nyebelin. Aku gak nyebelin, aku cuma remaja unyu yang penuh rasa ingin tahu dan telah menuai hasil dari benih yang kusebar beberapa hari lalu.
Mulailah memperlakukan para cicak dengan perikecicakan!
Wassalam.
Monday, 13 August 2012
Audiences
I was tracking who sees my blog, then when I looked into the 'audience stats', you guys guess. The audiences of this blog isn't just from USA and Indonesia anymore! There was, Russia, Germany, South Korea, and Thailand!
Entry ----------- Pageviews
United States ----- 209
Indonesia --------- 197
Russia ------------ 6
Germany ---------- 1
South Korea ------- 1
Thailand ---------- 1
I can hardly believe this! Okay, there's audiences from Russia and Germany sometimes, but never from other Asians! Maybe it's just a little thingy, but I do appreciate this, guys. Thank you so much for viewing my blog. Well maybe this is not the one blog you're looking for, but thank you! ...For lost then get into here. Haha. And for those of you who didn't lost and really are looking for my blog, thank you to you too! I'll keep up my writings! Just feel free to comment and ask. Also, you may contact me at d.armandouth@gmail.com or, if you're using BlackBerries, you may add me in 22c7f9eb. Lurv y'all! :*
P.S: Help me to share this page? Thank youuuu! ;D
Entry ----------- Pageviews
United States ----- 209
Indonesia --------- 197
Russia ------------ 6
Germany ---------- 1
South Korea ------- 1
Thailand ---------- 1
I can hardly believe this! Okay, there's audiences from Russia and Germany sometimes, but never from other Asians! Maybe it's just a little thingy, but I do appreciate this, guys. Thank you so much for viewing my blog. Well maybe this is not the one blog you're looking for, but thank you! ...For lost then get into here. Haha. And for those of you who didn't lost and really are looking for my blog, thank you to you too! I'll keep up my writings! Just feel free to comment and ask. Also, you may contact me at d.armandouth@gmail.com or, if you're using BlackBerries, you may add me in 22c7f9eb. Lurv y'all! :*
P.S: Help me to share this page? Thank youuuu! ;D
A Little Thing to Say About 'Typos'
Apa itu Typo?
contoh :
"Sayang" dan "kayang" ._.
"Curmbling" and "crumbling"
"It's" and "its"
"Sometimes" and "soemtimes"
"Ubah" dan "rubah"
See the differences?
Typo sangat penting untuk dihindari. Kalau diingat dan dipikirkan, tentunya Typo sangat ekstrim karena Typo dapat mengubah persepsi orang kepada dirimu. Secara alamiah, kita menilai manusia lain berdasarkan informasi yang kita dapat tentang manusia tersebut. Berdasarkan yang kita rasakan, yang kita dengar, yang kita baca, yang kita cium, dan yang kita lihat mengenainya.
Itulah mengapa typo matters. Sebuah blog dengan ide yang brilian, penyampaian yang cerdas dan mudah dimengerti, desain yang manis, tapi terdapat typo di sana-sini? Seperti melihat wanita pengusaha seksi berpakaian rapi dan bertubuh wangi yang menyampaikan presentasi jenius ala Oprah Winfrey tapi lupa memakai kaus kaki di kaki kirinya. Konyol gak tuh?
It makes you looks unprofessional right?
Mari mencegah typo!
Caranya reblog this yo :-)
Sumber: http://brainrefresher.blogspot.com/ (dengan pengeditan seperlunya).
Nasibnya Cassie...
Oh iya, aku lupa bilang, ya? Naskah perdanaku, naskah pertama yang selesai dan gak cuma setengah jadi, naskah yang waktu tanggal empat Desember kukirimkan ke penerbit, itu ditolak.
Iya, ditolak. *faceless*
Alasan penolakannya adalah: Fiksi fantasi lokal masih agak diragukan bisa bersaing dengan fiksi fantasi terjemahan.
HUWEEEEEEEEEEE...............................................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kira-kira begitulah reaksiku tiga puluh detik pertama setelah penolakan. Detik ketigapuluh satu, aku mikir, "Jadi fiksinya kurang kuat, ya?"
Semenit kemudian, aku mikir lagi, "Iya sih, novel lokal kebanyakannya teenlit atau chicklit atau faksi gitu. Yang fiksi-fantasinya masih rada jarang."
Detik berikutnya, "Eh? Berarti editornya udah baca naskahku, ya?"
Aku jejingkrakan.
Habis itu aku mikir lagi, "Tunggu, tapi alasannya begitu. Aku kan nyertain sinopsis. Gimana kalau cuma dari sinopsis mereka (pihak penerbit) memutuskan bahwa genre novelku itu fiksi fantasi--which is emang iya? Jadi cuma baca sinopsisnya doang? Apalagi gak ada koreksi apapun. Ini gimana, ya?"
Capek mikir, akhirnya aku ngomong keras-keras, "Jadi kelemahan naskah aku di mana?"
Aku gak perlu nyalain Sebastian (netbook) untuk mencari kesalahan dan kekurangan dalam naskahku. Setelah berkali-kali baca ulang + revisi yang seolah tiada akhir (FYI, sekarang aku lagi ngerevisi naskahku untuk yang ketiga kalinya--naskah yang sama!), aku udah hafal isinya, bahkan sampai ke kalimat-kalimatnya. Hiiiy, kutukan yang mengerikan!
Oke, kekurangan naskahku:
poin pertama (ting!): Konfliknya gak jelas
poin kedua (ting!): Penokohannya kurang kuat
poin ketiga (ting!): Ceritanya seringkali ngolar-ngidul
poin keempat (ting!): Ada beberapa ketidak konsistenansi sikon alias situasi/kondisi
poin kelima (ting!): Meskipun itu trilogi, akhir yang menggantungnya kurang greget jadi males baca lanjutannya.
Well, itu yang kulihat dari kacamata pembaca. Kalau baca ulang naskahku aku sebisa mungkin gak pakai kacamata penulis tapi kacamata pembaca, supaya apa yang mungkin menurut 'penulis' asik ternyata bisa berbeda menurut 'pembaca'. Ya gitu deh. Dan sisi diriku yang perfeksionis juga turut ambil andil dalam pengeditan naskah yang selalu aja diulangi lagi. Ah, aku bukannya ngedit/revisi naskah sampai tengah terus berhenti lalu balik ke awal lagi, lho. Aku selalu sampai akhir, terus balik ke awal kalau belum puas. Sampai akhir, balik lagi ke awal. Begitu terus berulang-ulang, sampai aku sendiri capek tapi akunya belum puas! Dan jadilah...
Jadi gitu deh, nasibnya Cassie (si protagonis) adalah: Tersimpan dengan aman dulu di flashdisk (TT_TT)
Iya, ditolak. *faceless*
Alasan penolakannya adalah: Fiksi fantasi lokal masih agak diragukan bisa bersaing dengan fiksi fantasi terjemahan.
HUWEEEEEEEEEEE...............................................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kira-kira begitulah reaksiku tiga puluh detik pertama setelah penolakan. Detik ketigapuluh satu, aku mikir, "Jadi fiksinya kurang kuat, ya?"
Semenit kemudian, aku mikir lagi, "Iya sih, novel lokal kebanyakannya teenlit atau chicklit atau faksi gitu. Yang fiksi-fantasinya masih rada jarang."
Detik berikutnya, "Eh? Berarti editornya udah baca naskahku, ya?"
Aku jejingkrakan.
Habis itu aku mikir lagi, "Tunggu, tapi alasannya begitu. Aku kan nyertain sinopsis. Gimana kalau cuma dari sinopsis mereka (pihak penerbit) memutuskan bahwa genre novelku itu fiksi fantasi--which is emang iya? Jadi cuma baca sinopsisnya doang? Apalagi gak ada koreksi apapun. Ini gimana, ya?"
Capek mikir, akhirnya aku ngomong keras-keras, "Jadi kelemahan naskah aku di mana?"
Aku gak perlu nyalain Sebastian (netbook) untuk mencari kesalahan dan kekurangan dalam naskahku. Setelah berkali-kali baca ulang + revisi yang seolah tiada akhir (FYI, sekarang aku lagi ngerevisi naskahku untuk yang ketiga kalinya--naskah yang sama!), aku udah hafal isinya, bahkan sampai ke kalimat-kalimatnya. Hiiiy, kutukan yang mengerikan!
Oke, kekurangan naskahku:
poin pertama (ting!): Konfliknya gak jelas
poin kedua (ting!): Penokohannya kurang kuat
poin ketiga (ting!): Ceritanya seringkali ngolar-ngidul
poin keempat (ting!): Ada beberapa ketidak konsistenansi sikon alias situasi/kondisi
poin kelima (ting!): Meskipun itu trilogi, akhir yang menggantungnya kurang greget jadi males baca lanjutannya.
Well, itu yang kulihat dari kacamata pembaca. Kalau baca ulang naskahku aku sebisa mungkin gak pakai kacamata penulis tapi kacamata pembaca, supaya apa yang mungkin menurut 'penulis' asik ternyata bisa berbeda menurut 'pembaca'. Ya gitu deh. Dan sisi diriku yang perfeksionis juga turut ambil andil dalam pengeditan naskah yang selalu aja diulangi lagi. Ah, aku bukannya ngedit/revisi naskah sampai tengah terus berhenti lalu balik ke awal lagi, lho. Aku selalu sampai akhir, terus balik ke awal kalau belum puas. Sampai akhir, balik lagi ke awal. Begitu terus berulang-ulang, sampai aku sendiri capek tapi akunya belum puas! Dan jadilah...
Jadi gitu deh, nasibnya Cassie (si protagonis) adalah: Tersimpan dengan aman dulu di flashdisk (TT_TT)
Saturday, 11 August 2012
Lana del Rey - Born to Die
Okay, I've told you bahwa videonya gak recommended untuk ditonton, tapi yah... kayaknya gak pol aja gitu kalau cuma liriknya. Oh, betewe, kalian bisa lihat video musik + lirik lagu Christina Perri - Jar of Hearts di sini
Come on and take a walk on the wild side
Let me kiss you hard in the pouring rain
You like your girls insane
Don’t make me sad, don’t make me cry
Sometimes love is not enough and the road gets tough
I don’t know why
Keep making me laugh
Let's go get high
The road is long, we carry on
Try to have fun in the meantime
Come on take a walk on the wild side
Let me kiss you hard in the pouring rain
You like your girls insane...
Choose your last words,
This is the last time
Cause you and I
We were born to die
Lana del Rey - Born to Die
Feet don’t fail me now
Take me to the finish line
Oh my heart it breaks every step that I take
But I’m hoping at the gates,
They’ll tell me that you’re mine
Walking through the city streets
Is it by mistake or design
I feel so alone on the Friday nights
Can you make it feel like home, if I tell you you’re mine
It's like I told you honey
Don’t make me sad, don’t make me cry
Sometimes love is not enough and the road gets tough
I don’t know why
Keep making me laugh
Let’s go get high
The road is long, we carry on
Try to have fun in the meantime
Come on take a walk on the wild side
Let me kiss you hard in the pouring rain
You like your girls insane
Choose your last words, this is the last time
Cause you and I, we were born to die
Lost but now I am found
I can see but once I was blind
I was so confused as a little child
Trying to take what I could get
Scared that I couldn't find
All the answers honey
Don’t make me sad, don’t make me cry
Sometimes love is not enough and the road gets tough
I don’t know why
Keep making me laugh
Let's go get high
The road is long, we carry on
Try to have fun in the meantime
Come on take a walk on the wild side
Let me kiss you hard in the pouring rain
You like your girls insane
Choose your last words,
This is the last time
Cause you and I
We were born to die
Take me to the finish line
Oh my heart it breaks every step that I take
But I’m hoping at the gates,
They’ll tell me that you’re mine
Walking through the city streets
Is it by mistake or design
I feel so alone on the Friday nights
Can you make it feel like home, if I tell you you’re mine
It's like I told you honey
Don’t make me sad, don’t make me cry
Sometimes love is not enough and the road gets tough
I don’t know why
Keep making me laugh
Let’s go get high
The road is long, we carry on
Try to have fun in the meantime
Come on take a walk on the wild side
Let me kiss you hard in the pouring rain
You like your girls insane
Choose your last words, this is the last time
Cause you and I, we were born to die
Lost but now I am found
I can see but once I was blind
I was so confused as a little child
Trying to take what I could get
Scared that I couldn't find
All the answers honey
Don’t make me sad, don’t make me cry
Sometimes love is not enough and the road gets tough
I don’t know why
Keep making me laugh
Let's go get high
The road is long, we carry on
Try to have fun in the meantime
Come on take a walk on the wild side
Let me kiss you hard in the pouring rain
You like your girls insane
Choose your last words,
This is the last time
Cause you and I
We were born to die
We were born to die
We were born to die
Come on and take a walk on the wild side
Let me kiss you hard in the pouring rain
You like your girls insane
Don’t make me sad, don’t make me cry
Sometimes love is not enough and the road gets tough
I don’t know why
Keep making me laugh
Let's go get high
The road is long, we carry on
Try to have fun in the meantime
Come on take a walk on the wild side
Let me kiss you hard in the pouring rain
You like your girls insane...
Choose your last words,
This is the last time
Cause you and I
We were born to die
Subscribe to:
Posts (Atom)